Lemari yang sesak membuat pagi berjalan lambat: baju menumpuk, warna gelap semua, dan bagian belakang jarang tersentuh. Cara menata lemari pakaian yang benar dimulai dari mengurangi isi, bukan membeli kotak penyimpanan baru. Setelah jumlahnya masuk akal, pengaturan ruang baru terasa berguna.
Bongkar semua isi lemari
Kosongkan lemari sampai bagian dalamnya terlihat. Lap debu di rak dan dasar lemari, lalu biarkan permukaannya kering sebelum barang kembali masuk. Langkah ini memaksa Anda melihat setiap potong pakaian, termasuk yang tersembunyi di tumpukan belakang.
Siapkan tiga wadah: simpan, sumbang atau jual, dan buang. Masukkan pakaian ke wadah kedua bila setahun terakhir tidak pernah dipakai, ukurannya tidak lagi pas, atau kainnya sudah tipis dan berbulu. Pakaian yang masih bagus tapi jarang dipakai tetap bisa disumbangkan. Sisakan yang benar-benar Anda pakai, bukan yang Anda harap suatu hari nanti akan dipakai.
Untuk barang mahal seperti tas, jangan buru-buru membuang yang kondisinya mulai lecek. Cek dulu apakah masih bisa diperbaiki dengan perawatan tas kulit yang tepat sebelum memutuskan menyimpannya kembali atau melepasnya.
Kelompokkan pakaian berdasarkan frekuensi pakai
Setelah jumlahnya terkendali, bagi pakaian menjadi tiga kelompok:
- Harian: kemeja kerja, kaos, celana yang paling sering dipakai. Kelompok ini menempati area paling mudah dijangkau, setinggi mata sampai pinggang.
- Sesekali: pakaian acara, blazer, atau setelan yang dipakai beberapa kali setahun. Simpan di rak atas atau bawah.
- Musiman: jaket tebal, syal, atau pakaian renang. Letakkan di tempat tertinggi atau dalam wadah tertutup.
Prinsipnya sederhana: yang sering dipakai harus paling gampang diambil. Kalau Anda harus berjinjit atau menyingkirkan dua tumpukan hanya untuk meraih satu kaos, penataan itu belum selesai.
Pilih cara menyimpan sesuai jenis pakaian
Digantung atau dilipat
Gantung kemeja, blazer, gaun, dan celana berbahan licin agar tidak kusut. Lipat kaos, sweter rajut, dan pakaian berbahan tebal. Rajutan yang digantung dalam waktu lama akan melar di bagian bahu.
Gunakan hanger yang seragam dan tipis supaya batang gantungan tidak cepat penuh. Hanger kayu tebal memakan ruang dua kali lebih banyak dibanding hanger berlapis kain tipis.
Teknik melipat agar terlihat
Lipat kaos dan kemeja santai dengan metode berdiri. Lipat dua sisi ke tengah, lipat dua secara horizontal, lalu lipat sekali lagi hingga membentuk persegi panjang. Susun potongan-potongan itu berdiri seperti buku di rak, bukan bertumpuk. Semua bagian depan pakaian terlihat sekaligus, dan Anda tidak perlu membongkar tumpukan untuk mengambil satu potong.
Untuk pakaian dalam, kaus kaki, dan aksesori kecil, pakai pembatas kotak. Kelompokkan kaus kaki berdasarkan warna atau panjangnya supaya mencari pasangannya tidak menghabiskan waktu. Ada cara lain untuk memisahkan lemari secara visual: bagi sisi kiri untuk warna netral dan sisi kanan untuk warna cerah, seperti pada panduan mix and match warna netral.
Atur rak sepatu dan aksesori
Sepatu paling sering dipakai sebaiknya berada di rak paling bawah dan dekat pintu. Kelompokkan sepatu berdasarkan fungsi: kerja, santai, olahraga. Simpan sepasang sepatu yang jarang dipakai di dalam kotak agar tidak berdebu dan tidak berdesakan dengan yang lain.
Ikat pinggang, syal, dan kalung bisa digantung di kait di dalam pintu lemari. Cara ini membuat aksesori tidak kusut dan mudah dicari saat terburu-buru. Sisakan sedikit ruang kosong di setiap rak; lemari yang terisi hingga 100 persen akan kembali berantakan dalam beberapa hari.
Jaga agar lemari tidak kembali menumpuk
Pakaian baru hanya masuk setelah ada pakaian lama yang keluar. Aturan satu masuk satu keluar ini mencegah lemari kembali penuh tanpa perlu membersihkannya menyeluruh setiap bulan.
Simpan kain atau kantong khusus untuk pakaian yang belum siap dicuci. Begitu pakaian itu kering dan siap digantung kembali, letakkan di tempat semula. Selipkan pemeriksaan singkat di akhir pekan: keluarkan pakaian yang terselip di belakang dan kembalikan pada kelompoknya.
Ukuran lemari tidak selalu jadi masalah
Lemari kecil tetap bisa rapi kalau isinya memang sedikit. Sebaliknya, lemari besar akan terasa sempit jika setiap potong pakaian disimpan tanpa dipilah. Sebelum menambah rak atau pindah ke lemari yang lebih besar, pastikan Anda sudah menyelesaikan langkah pemilahan.
Perbaikan sepatu, konveksi, atau jasa penjahit bisa membantu pakaian lama bertahan lebih lama. Manfaatkan sebelum memutuskan membeli pengganti.
Ringkasan
Menata lemari pakaian berarti memilah dulu, mengatur kemudian. Kosongkan lemari, buang atau sumbangkan yang tidak terpakai, kelompokkan berdasarkan frekuensi pemakaian, lalu pilih cara menyimpan yang sesuai jenis bahan. Setelah itu, jaga keseimbangan isi lemari dengan aturan satu masuk satu keluar agar kerapiannya bertahan lebih dari seminggu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menata ulang satu lemari?
Untuk lemari pakaian pribadi berukuran sedang, proses memilah dan menata biasanya selesai dalam dua sampai empat jam jika dikerjakan sekali jalan. Kalau isinya sangat banyak, pecah menjadi dua sesi: hari pertama memilah, hari kedua menata. Memaksakan selesai dalam sekali duduk sering membuat orang menyerah di tengah jalan dan menaruh pakaian kembali sembarangan.
Apakah pakaian musiman harus dikeluarkan dari lemari?
Tidak wajib, tetapi menyingkirkannya membantu. Pakaian musiman yang menempati rak utama hanya menambah kepadatan tanpa pernah Anda sentuh. Simpan di wadah tertutup, letakkan di bagian atas lemari, dan tandai isinya agar mudah dicari saat musimnya tiba. Cuci bersih sebelum disimpan agar noda dan bau tidak mengendap.
Bagaimana kalau lemari tetap penuh meski sudah dipilah?
Periksa kembali apakah ada pakaian ganda, misalnya lima kaos putih dengan model hampir sama. Sisakan jumlah yang realistis untuk dipakai, bukan yang Anda bayangkan akan dipakai. Kalau lemari tetap terasa penuh setelah pemakaian rutin, pertimbangkan menyimpan sebagian pakaian pesta atau pakaian musiman di luar lemari utama.