Pameran Nasional Alat musik indonesia Tradisional Nusantara 2024 secara resmi telah dibuka untuk umum. Pameran ini memiliki skala nasional dan berlangsung di ruang auditorium Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Kemiri, Palu Barat. Pameran ini memperlihatkan 150 alat musik tradisional dari seluruh Indonesia. Dari ratusan alat musik tradisional yang ditampilkan, ada 12 alat musik tradisional khas Sulawesi Tengah yang juga ikut dipamerkan.
Pameran ini merupakan upaya pelestarian budaya dan merupakan dukungan terhadap Sulawesi Tengah sebagai Negeri Seribu Megalitik. Di dalam pameran ini, masyarakat dapat melihat berbagai alat musik tradisional serta contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu alat musik tradisional yang dipamerkan adalah “Yori”. Alat musik indonesia ini terbuat dari bambu, mirip dengan harpa mulut, dan memiliki sebuah tali sebagai pengatur nada.
Kemudian, ada juga alat musik “Lalove” yang bentuknya menyerupai suling namun lebih panjang. Alat musik ini digunakan dalam acara adat Balia untuk memanggil makhluk gaib.
Selanjutnya, terdapat “Pare’e” yang terbuat dari bambu yang dibelah dan dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini digunakan oleh petani sebagai ekspresi kegembiraan saat merayakan panen.
“Gimba” adalah alat musik yang berbentuk bulat dan panjang, terbuat dari kayu dan rotan. Alat musik ini biasanya digunakan sebagai tanda pemberitahuan suatu kegiatan atau kejadian tertentu.
“Santu” adalah alat musik yang terbuat dari kayu bambu dan rotan yang mirip dengan gitar tabuh. Alat musik ini digunakan sebagai hiburan dan juga sebagai alat komunikasi antara anggota kelompok sosial.
Ada juga alat musik “Kecapi” yang terbuat dari kayu dan dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini sering digunakan untuk mengiringi tarian dan lagu-lagu daerah.
Kemudian, terdapat alat musik bambu yang terdiri dari beberapa suling dan terompet. Alat musik ini dimainkan secara berkelompok dan sering ditampilkan dalam acara adat.
“Kakula Kodi” adalah alat musik yang terbuat dari logam kuningan dan kayu. Alat musik ini digunakan dalam pertunjukan kesenian dan juga meramaikan pesta perkawinan.
Terdapat juga alat musik “Talindo” yang terbuat dari tempurung kelapa dan senar. Alat musik ini dimainkan setelah para petani merayakan pesta panen.
“Geso-Geso” merupakan alat musik yang mirip dengan biola tradisional. Alat musik ini dimainkan dengan cara digesek dan sering digunakan dalam pesta perkawinan.
Selanjutnya, “Ganda-Ganda” adalah alat musik yang terbuat dari kayu dan berukuran kecil. Alat musik ini digunakan dalam upacara adat dan pengiring tarian khas Sulawesi Tengah.
Terakhir, “Gamba-Gamba” adalah alat musik yang terbuat dari kayu. Alat musik ini sering digunakan dalam upacara adat dan acara kematian.

